Langsung ke konten utama

Babinsa Saba Hadirkan Semangat Pelestarian Budaya dalam Bulan Bahasa Bali VIII

 

Gianyar – Saba, Jumat (27/2/2026) Semangat pelestarian bahasa dan budaya Bali terasa begitu hidup di tengah masyarakat Desa Saba. Kehadiran Babinsa Desa Saba Koramil 1616-04/Blahbatuh, Pelda I Wayan Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Saba Aipda I Nyoman Mara Arta, dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026 tingkat desa menjadi wujud nyata dukungan aparat kewilayahan terhadap penguatan identitas budaya lokal.

Kegiatan yang mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” ini digelar di Balai Banjar Kawan, Desa Adat Bonbiyu, dan berlangsung meriah dengan diawali Tari Puspanjali sebagai tarian penyambutan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Perbekel Desa Saba, serta sambutan Camat Blahbatuh yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Berbagai lomba bernuansa budaya Bali turut memeriahkan kegiatan, di antaranya lomba Nyurat Aksara Bali tingkat SD, MC/Ugrawakia Bahasa Bali, Mesatua Bali oleh Pakis (Perkumpulan Krama Istri), serta Pidato/Mepidarta tingkat Prajuru Adat. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai warisan leluhur.

Babinsa Pelda I Wayan Yasa menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bahasa Bali bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan karakter generasi muda agar tetap bangga menggunakan Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan siap mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya dan penguatan persatuan.

Acara ini turut dihadiri Camat Blahbatuh, Perbekel Desa Saba, Ketua BPD beserta anggota, Ketua TP PKK, Ketua LPM, Bendesa Adat se-Desa Saba, Prajuru Desa Adat Bonbiyu, perangkat desa, penyuluh Bahasa Bali, kepala sekolah SD se-Desa Saba, mahasiswa KKN Universitas Maha Saraswati Denpasar, serta unsur masyarakat lainnya yang menunjukkan sinergi kuat dalam menjaga budaya Bali tetap lestari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat mencintai bahasa dan budaya Bali terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mempererat kebersamaan antara aparat, pemerintah desa, dan warga dalam menjaga jati diri daerah di tengah arus modernisasi.

(Pendim 1616/Gianyar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga Pilar Desa Mas Pastikan Kelancaran Rangkaian Karya Ngodakan dan Ngeratep

  Gianyar —   Ubud, Minggu (19/10/2025) Demi kelancaran pelaksanaan kegiatan adat di wilayah binaannya, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna dan Pecalang Desa Adat Banjar Bangkilasan Desa Mas Kecamatan Ubud melaksanakan kegiatan pengawalan serta pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Melasti Ida Sesuhunan Ratu Sakti Pura Merta Sari Banjar Bangkilasan Desa Mas Kecamatan Ubud. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Ngodakan dan Ngeratep yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2025. Pada pelaksanaan Upacara Melasti tersebut, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang secara sinergis melakukan pengawalan iring-iringan Ida Sesuhunan Ratu Sakti Pura Merta Sari menuju Pantai Purnama, Kecamatan Sukawati. Adapun rute yang dilalui dimulai dari Pura Merta Sari Banjar Bangkilasan menuju Jalan Raya Mas – Sakah – Batuan – Sukawati – Guwang – hingga ke Pantai Purnama. Prosesi diikuti oleh sekit...

Wujud Kepedulian Babinsa, Pastikan Upacara Ngaben Berjalan Aman dan Lancar di Desa Serongga

    Gianyar – Serongga, Senin (27/10/2025) Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan adat keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Serongga Koramil 1616-01/Gianyar Kopka I Komang Sudarnita melaksanakan pengamanan upacara Pitra Yadnya (Ngaben) warga Desa Adat Serongga, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar. Adapun warga yang diupacarai dalam kegiatan Ngaben tersebut yakni: Almarhum I Made Sura, lahir di Gianyar pada 31 Desember 1949 (usia 76 tahun), beralamat di Banjar Serongga Kelod, meninggal dunia pada 21 Oktober 2025 karena sakit faktor usia. Almarhumah Ni Wayan Rumi, lahir di Gianyar pada 11 Desember 1940 (usia 85 tahun), beralamat di Banjar Serongga Kelod, meninggal dunia pada 18 Oktober 2025 karena sakit faktor usia, yang pada upacara kali ini diupacarai ngurugin/dikubur. Kurang lebih 300 orang warga turut hadir dan mengikuti rangkaian prosesi upacara dengan penuh khidmat dan rasa gotong royong sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada leluhur. Dal...

Letkol Kav Rizal Wijaya Pastikan Kesiapan Dapur Makan Bergizi Gratis di Gianyar

  Gianyar – Samplangan, Selasa (30/9/2025). Komitmen Kodim 1616/Gianyar dalam mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kembali terlihat nyata. Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., melakukan kunjungan ke lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Rumah Makan Kolam Pancing Telaga Sari, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar.   Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kodim 1616/Gianyar tersebut disambut hangat oleh para pengelola Dapur MBG dan stakeholder terkait. Turut mendampingi dalam kegiatan ini antara lain Danramil 1616-01/Gianyar Lettu Inf Bambang Sutikno, Babinsa Samplangan Serka I Komang Yudiartana, Korwil BGN Kabupaten Gianyar I Wayan Pramana Eka Putra, Bagian Survei SPPG Dewa Dyas, serta Owner Dapur MBG, Made Wira Sila.   Dalam kunjungannya, Dandim secara langsung meninjau kesiapan dapur beserta peralatan yang tersedia. Beliau menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana agar kegiat...